Berita

Alhamdulillah Mahasiswi FK UMP Juara Lomba Musabaqoh Hifzhil Quran

FAKULTAS KEDOKTERAN UMP GELAR DARUL ARQOM DASAR DI BULAN RAMADHAN

Pengembangan Kurikulum Kedokteran Islam juga terus diperbaharui dan didasarkan pada Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI) dan Standar Kompetensi Karakter Dokter Muhammadiyah (SKKDM). Oleh karenanya, Unit Ilmiah Keislaman diberi amanah untuk melaksanakan Program Keislaman di FK UMP, salah satunya adalah Darul Arqam Dasar yang bekerjasama dengan LPPI sebagai rujukan narasumber di bidang islam dan Muhammadiyah. Pembinaan ini dilaksanakan sebelum Mahasiswa Melakukan KKN sebagai syarat Lulus Sarjana.
Dalam kegiatan ini mahasiswa diberikan pelatihan selama  2(dua) hari, mulai dari Jum’at- Sabtu 25-26 Ramadhan 1442H. Meskipun kegiatan Darul Arqom kali ini dilaksanakan secara daring, tidak mengurangi antusiasme peserta dalam mengikuti jalannya acara tersebut.
Darul Arqom Dasar Fakultas Kedokteran kali ini dimodifikasi dan disesuaikan dengan kebutuhan bagi Fakultas Kedokteran yang baru berdiri, salah satu tujuan dari kegiatan ini adalah, supaya mahasiswa memahami dan menyadari serta mengaplikasikan ideology islam sebagai kader Muhammadiyah. Di sisi lain juga menyiapkan mahasiswa ump menjadi dokter islami yang berani berkiprah di masyarakat.
Dekan FK UMP dalam sambutannya mengingatkan kepada kita semua “Darul Arqom ini merupakan langkah yang baik dalam menyipkan mahasiswa dalam bermuhammadiyah, secara lebih utuh dan lebih konkrit baik di lingkungan kampus maupun di masyarakat”
Tampil sebagai pembiacara dalam kesempatan ini, pemateri yang sudah tidak diragukan lagi kompetensinya di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah seperti, Ust. Drs. Ahmad Khifni, dr. Achmad Ali Ridho, Ust Husein dan Ustadzah Istna M, Ust. Dr. Asep Daud Kosasih dan Ust. Muhammad Faizar H.
Kegiatan yang dilakukan dengan metode presentasi dan Tanya Jawab ini menjadikan Darul Arqom Dasar FK UMP ini tidak membosankan, ditambah lagi pemateri yang membawakan presentasi dengan ringan dan mudah dimengerti oleh peserta.
Insan Tajdid A sebagai peserta menyatakan bahwa “Darul Arqom Dasar kali ini mungkin terasa lain, karena selain dilakasnakan pada masa pandemi seperti ini, sehingga kita harus mengikuti secara daring, juga karena dilaksanakan pada bulan Ramadhan sehingga kita juga selain mendapat ilmu juga sekaligus berharap semoga mendapatkan berkah yang berlimpah dengan mengikuti kegiatan ini”. mjd

Mahasiswa UMP diperkenalkan dengan praktik pengobatan bekam

 

Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, melalui Fakultas Kedokteran (FK) UMP memperkenalkan praktik pengobatan bekam kepada mahasiswa perguruan tinggi Muhammadiyah itu maupun masyarakat luas.

Upaya tersebut dilakukan Unit Keislaman FK UMP dengan menggelar webinar "Islam dan Kesehatan" pada hari Jumat (2/4) dengan mengundang praktisi/peneliti teknis bekam medis, Dr Wahyudi Widodo SKep MKed sebagai pembicara kunci.

Pembicara lainnya, yakni dr Yenni Bahar, MSi yang merupakan ahli pengobatan herbal dari FK UMP dan dr Susiyadi, SpAn yang juga dari FK UMP.

Saat membuka webinar tersebut, Dekan FK UMP dr M Mansyur Romi, SU PA(K) mengatakan jika dunia kedokteran saat sekarang sangat berkembang.

"Namun tentunya kita harus pula merujuk pada Al Quran dan As-Sunnah, ada yang kita ketahui bersama, yaitu tibbunnabawi, bekam salah satunya," katanya.

Ia mengatakan Fakultas Kedokteran UMP yang dikenal sebagai Pusat Kedokteran Herbal Islami berkomitmen memberikan edukasi baik kepada mahasiswa, tenaga pendidikan, maupun masyarakat luas tentang kelebihan ilmu kedokteran yang berlandaskan pada Al Quran dan As-Sunnah. 

Menurut dia, hal tersebut dibuktikan salah satunya dengan penerapan kurikulum herbal dan juga penyelenggaraan webinar seperti itu.

"Besar harapan kami, baik mahasiswa maupun masyarakat luas dapat mengambil manfaat dari webinar kali ini," katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Webinar dr Titik Kusumawinakhyu, MBiomed mengatakan kegiatan tersebut hanya sebagian kecil dari usaha untuk lebih mengenalkan ilmu pengobatan yang sesuai Al Quran dan As-Sunnah.

"Namun paling tidak, kami mencoba untuk lebih mengenalkan praktik Bekam ini dari sisi medis. Semoga kegiatan ini bermanfaat dan memberikan dampak positif baik untuk peserta maupun untuk masyarakat luas," katanya. (mjd/tgr)

Sumpah Dokter V FK UM Purwokerto dilakukan secara Hybrid

 

 

Fakultas Kedokteran (FK)' Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Banyumas, Jawa Tengah melantik 10 dokter baru dalam Sumpah Dokter V FK UMP di Aula Fakultas Kedokteran, yang dilakukan dengan hybrid Selasa (23/3/2020).

Dokter baru yang diambil sumpahnya terdiri atas 5 dokter wanita dan 5 dokter pria,

Dekan FK UMP dr. Muhammad Mansyur Romi, SU, PA (K) mengatakan sumpah dokter adalah bagian dari rangkaian pendidikan kedokteran untuk melangkah ke jenjang berikutnya ( tahapan internsip dan pendidikan profesi lebih lanjut).

“Sumpah dokter bukan hanya ceremonial saja tapi bagaimana seorang dokter mengawali profesinya dalam berkomitmen kepada ALLAH SWT, kepada dirinya, kepada masyarakat dan kepada teman sejawat dimana teman sejawatnya akan dianggap seperti saudara kandungnya sampai akhir hayatnya,” jelasnya.

Dijelaskan, sumpah dokter ke 5 ini diikuti oleh lulusan Prodi Profesi Dokter Fakultas Kedokteran UMP dengan jumlah 10 dokter baru, yang sebelumnya telah berhasil melewati ujian kompetensi dokter umum UKMPPD batch Februari 2021 secara nasional dengan angka kelulusan 71,42 % ( alhamdulillah selalu lulus di atas rata-rata angka kelulusan nasional)

“Rasa syukur dan bangga dengan lulusan dokter baru ini, walaupun  terkendala dengan masa pandemi ini, tidak menutupi semangat pengambilan sumpah dokter ini tetap berjalan dengan segala keterbatasannya,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor UMP Dr. Ns Jebul Suroso, M. Kep memberikan apresiasi kepada Fakultas Kedokteran UMP yang telah berhasil mengantarkan dokter baru, melewati masa studi yang panjang, dan sampailah kepada kesempatan hari ini disumpah menjadi dokter.

“Kami sampaikan selamat, pada saat ini kalian telah melampaui keberhasilan, dan siap menyambut matahari kesuksesan. Jadilah anda dokter yang BAIK. Berpegang teguh dengan sumpah dokter, berakhlak mulia,  inovatif, kolaboratif. Jadilah dokter yang mengutamakan perikemanusiaan, dan menjadi dokter yang mengemban amanah dakwah,” jelasnya.

Rektor berharap, para dokter lulusan UMP menjadi dokter yang unggul. Memiliki akhlak mulia dan bermanfaat untuk semua manusia.

“Jadilah dokter yang berakhlak mulia, berakhlak yang baik terhadap orang tua, kepada masyarakat dan kerabat kerjanya. Ada harapan dari orang tua kalian semua, masa depan hidup anda lebih baik dari pada kedua orang tua Anda. Sehingga anda bisa membahagiakannya mereka,” pungkasnya. (tgr)

 

Subcategories