Berita

Penyusunan RIP, Tingkatkan Kinerja Dosen

Penyusunan Rencana Induk Pengembangan (RIP) perguruan tinggi, terkait Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat seyogyanya diarahkan untuk meningkatkan kualitas penelitian berbasis industri, pembentukan dan penguatan cluster-cluster penelitian dosen dan penelitian berpotensi HAKI, serta meningkatkan kerja sama program studi antar Fakultas dan Prodi. Maka dari itu, untuk menyusunnya memerlukan sinergi bersama dan visi yang satu.

 

 

 

Menurut Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Anjar Nugroho, S.Ag., MSI., MHI, dalam penyusunan RIP Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, tentunya perihal program-program yang akan dijalankan, mengedepankan kebermanfaatan bagi masyarakat.

 

“Harus ada inovasi, efesiensi, dan efektivitas dalam menganggarkannya. Selain itu, harus lebih kerja keras, harus ada langkah strategis kedepannya, tetap kompak, dan yang terakhir harus menghargai satu sama lain” ungkapnya, beberapa waktu lalu, saat membuka penyusunan RIP Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UMP.

 

Sementara itu, Ketua LPPM UMP, Dr. Suwarno MSi menyatakan kewajiban dosen, yakni meneliti, serta me-reviewer seminar. Di samping itu, kata dia, dosen juga memiliki tugas untuk menyusun proposal kompetitif, serta merancang dan melakukan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat.

 

“Ini merupakan salah satu langkah pembinaan kinerja dosen, agar kompetensi dosen terus meningkat. Ini karena, SDM dosen menjadi peranan penting dalam meningkatkan peringkat akademik, dan pengetahuan mahasiswa. Salah satu cara membina kinerja dosen, yakni dengan meneliti,” papar dia.

 

Editor                : Guntur Wibowo