Ada apa dengan Phoenix dactylifera L. ?

 Oleh.: dr. Titik Kusumawinakhyu, M.Biomed.

 

Ramadhan datang penuh kegembiraan, demikian pula para pedagang makanan untuk berbuka mulai dari ta’jil, buah sampai jenis kuliner lainnya. Berbuka merupakan waktu yang ditunggu setiap insan yang menjalankan puasa Ramadhan.

 

Bagaimana Rasalullah mengajarkan pilihan buah untuk berbuka? Buah ini adalah salah satu rekomendasi untuk pemenuhan untuk memulihkan energi dengan cepat dan ringan dicerna. Buah Kurma atau Phoenix dactylifera L. tumbuh di daerah tandus dengan buah yang bertandan, mempunyai kadar gula cukup tinggi yaitu sekitar 88 % dalam kandungan buahnya. Kurma juga mengandung vitamin B, mineral dan serat yang baik untuk pencernaan.

 

Hubungan Phoenix dactylifera L. dan Anti Aging

Penelitian tentang Kurma menyebutkan kurma mengandung zat antioksidan seperti tokoferol, vitamin C atau asam askorbat dan glutation. Komponen antioksidan bermanfaat untuk  mencegah kerusakan sel dengan cara mendonorkan elektron pada elektron yang tidak berpasangan pada molekul zat radikal bebas.

 

Manfaat antioksidan dapat memperbaiki kolagen, memperbaiki kerusakan kulit dan membuat kulit tetap terjaga dengan baik. Antioksidan juga dapat memperbaiki fungsi organ tubuh, misalnya fungsi hati atau liver, dan gangguan ginjal. Zat hepatotoksik yang menurunkan fungsi liveri dapat dicegah secara teratur dengan konsumsi buah Phoenix dactylifera L.Kurma yang bnayak mengandung hepatoprotektor dan kaya antioksidan adalah jenis kurma Rasulullah atau kurma Ajwa. Inilah rahasia kenapa kurma Ajwa sangat disukai Rasulullah. Liver atau Hepar adalah organ terbesar yang ada pada rongga perut atau abdomen sisi kanan atas. Sehingga apabila kita mengkonsumsi buah kurma secara rutin dan mengikuti kebiasaan Rasulullah dengan lipatan ganjil, bisa menjaga kesehatan liver.

 

Zat lain yang penting adalah Flavonoid. Flavonoid dalam buah kurma telah diteliti menunjukkan kemampuan antiinflamasi, mengaktifkan sel natural killer(NK) sehingga apabila terjadi proses inflamasi dapat dihambat dengan segera.

 

Gizi yang lengkap dari buah kurma yaitu kaya akan asam amino. Asam amino sendiri berfungsi sebagai penyusun protein. Diketahui protein berperan pada alat pengankut darah merah, gerakan tubuh yang memerlukan aktivitas otot juga berasal dari peran protein. Sehingga jika asam amino ini tercukupi maka mekanisme tubuh yang lain akan berjalan seimbang.

 

Hikmah lain dari kebaikan kurma karena asam amino untuk pembentuk protein tadi juga mempunyai fungsi reseptor, terutama reseptor penerimaan warna pada mata, sehingga fungsi mata akan membaik.

 

Terakhir mari kita renungkan betapa Allah SWT memberikan karunia berupa buah yang bermanfaat untuk kesehatan baik jasmani maupun ruhani.

Dalam Shahih Bukhari dan Muslim diriwayatkan hadits dari Sa’ad bin Abi Waqqash, dari Nabi Shallallahu’alaihi wassalam

مَنْ تَصَبَّحَ بِسَبْعِ تَمَرَاتٍ عَجْوَةً، لَمْ يَضُرَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ سُمٌّ وَلاَ سِحْرٌ

Barangsiapa memakan tujuh buah kurma Ajwah pada pagi ahri, maka pada hari itu dia tidak akan terkena racun maupun sihir

(disarikan dari berbagai sumber).