Berita

Refleksi Diri KKN Kebencanaan

Bismillahirohmanirohim Assalamualaikum Wr Wb
Hallo aku Anggi Fitria mahasiswi FK UMPwt angkatan 2015, aku punya cerita sedikit pengalaman hidupku, mau tau? Oke langsung aja hehe, jangan bosen bacanya.

Tahun 2018 terjadi peristiwa gempa bumi dan tsunami di pantai barat Sulawesi hari jumat pukul 18.02 WITA sekitar waktu sholat maghrib, beritanya muncul dimana mana yang pada saat itu kita yang berada di Jawa lagi beraktivitas biasa ada yg berkumpul bersama teman, keluarga ataupun orang tersayang. Cieeee ehm. Rasanya ga terbayang bagi teman teman ku di Sulawesi yang merasakan itu, pasti menyisakan trauma yang sampai saat ini masih terasa. Saat lihat berita pingin banget rasanya bisa bantu saudara kita disana, tapi apalah daya karena kendala jadwal kuliah yang padat kami anak FKUmp sulit untuk berangkat ke Palu Sigi Donggala. Tapi memang ini bener adanya, Aku percaya bahwa memang daun yang jatuh aja sudah ada yg mengatur “Allah” apalagi keinginan yang dimiliki manusia, perjumpaan sama seseorang ataupun kejadian yang terjadi hari ini. Everything happens for a reason, right?


Jadi  awalnya universitas kami mengadakan program KKN yaitu ada kkn internasional, reguler serta kebencanaan. FYI sebelumnya engga ada kabar bahwa akan ada kkn kebencanaan, jadi begitu denger ada kkn bencana bisa berangkat ke sulawsi,  yg awalnya aku kkn internasional merubah pikiranku ke kkn kebencanaan dengan ijin orang tua yang pastinya harus merayu rayu dayu dan menyesuaikan jadwal antara kkn bencana dan jadwal di fakuktas, akhirrrnyaa kami jadi juga berangkat ke Palu Sigi Donggala. Hehe

 



Kami berangkat dari Purwokerto dengan bus kampus dengan perjalanan sekitra7 jam, terbang lewat Jogjakart transit Balikpapan  terus ke Palu deh, tentu dengan persiapan dan pembekalan yg diberikan universitas yaa hehe. Perjalanan yang sangat melelahkan tapi engga mematahkan semangat kami untuk segera membantu masyarakat palu yg membutuhkan bantuan kami. Di bandara palu ini masih keliatan banget efek setelah bencananya, seperti tembok yg masih rusak dan aspal yg masih retak gitu. Oh iya for your information juga, kami datang ke Palu Sigi Donggala sebagai relawan sudah sekitar 3 bulan setelah bencana, jadi datang pada fase rekonstruksi yaa, di Palu sendiri aktivitas perekonomian dan masyarakat juga sudah berjalan, tapi jangan dipikir sesederhana itu karena ternyata yg namanya BENCANA itu dampak nya memang besar sekali, kami lihat masih banyak bangunan yang rusak dan roboh.