Berita

BEST UMP Siapkan Mahasiswa Exellence

Becoming Exellence Student Training (BEST) kembali hadir di awal tahun akademik 2016/2017. BEST merupakan training pertama bagi mahasiswa baruUniversitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). UMP memahami dalam diri setiap mahasiswa baru terdapat berbagai kompetensi yang perlu dikembangkan. Melalui kegiatan BEST training yang diselenggarakan oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) dan Student Training Centre (STC), UMP siap mencetak mahasiswa exellence dengan lebih mengenal potensi diri yang dimilikinya. BEST merupakan ciri khas UMP karena hanya UMP satu-satunya perguruan tinggi yang menggelar training tersebut. 

 

Read more: BEST UMP Siapkan Mahasiswa Exellence

UMP Siap Pasok Tenaga Medis Berkompeten

Tingginya angka kematian yang diakibatkan kecelakaan, penyakit jantung, proses kelahiran, dan bencana alam di Indonesia, mewajibkan adanya peningkatan kualitas tenaga medis. Pasalnya, mereka menjadi salah satu tumpuan dalam mengatasi permasalahan tersebut. Maka dari itu, Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) siap sediakan calon-calon perawat dan bidan berkompeten.

 

Read more: UMP Siap Pasok Tenaga Medis Berkompeten

WR IV Cup, Ajang Rekatkan Pimpinan dan Karyawan

Dalam rangka menyemarakkan Milad Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) ke-51. UMP selenggarakan pertandingan futsal antar dosen dan karyawan, hari ini (1/4). Pertandingan ini merebutkan piala bergilir Wakil Rektor (WR) IV Bidang Pengembangan, Kerja sama, Al Islam dan Kemuhammadiyahan UMP.

 

 

Menurut WR IV UMP,Ns. Jebul Suroso, MKep , selain meramaikan Milad UMP ke 51. Ini juga menjadi wadah untuk mempererat jalinan hubungan seluruh karyawan UMP. “Pertandingan futsal piala bergilir WR IV, telah berjalan selama delapan tahun, sejak 2008 lalu. Ini acara bagus, rencana akan terus dijalankan di tahun-tahun mendatang,” ungkap dia, sesaat setelah membuka acara.

 

Pertandingan tersebut, akan dihelat selama dua hari ke depan, dengan mempertandingkan team futsal dari sepuluh fakultas, unit kerja, dan lembaga-lembaga di UMP. WR IV menjelaskan, ini juga dapat menjadi sarana melihat bibit-bibit yang berprestasi. “Ini bisa menjadi pentauan bagi yang berprestasi. Disebabkan, semua elemen di UMP akan bertanding di sini. Ada dosen, karyawan, dan pimpinan,” tandasnya.

 

 

Sementara itu, Ketua Panitia, M. Rizal Affandi mengungkapkan, meskipun ini pertandingan serius, namun masih terdapat sisi rekreasi setelah bekerja. “Kami bertanding dengan semangat, tapi juga ada gurauan-gurauannya. Ini yang menciptakan kebersamaan antara pimpinan dan karyawan,” ungkap dia. (gun)

 

Seminar Nasional : Mitos dan Fakta Herbal untuk Kecantikan dan Kesehatan

Dr. Nunuk Aries Nurulita, MSi., Apt : Fokus Temukan Senyawa Antikanker Berbahan Alam

“Sel kanker unik dan kompleks. Ini menggugah saya untuk menelitinya,“ kata Dr. Nunuk Aries Nurulita, MSc, Pharm. Dia dosen sekaligus juga mantab Dekan Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Alumni S1 Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) ini mulai meneliti sel kanker sejak tahun 2002. Itu dilanjutkannya ketika mengambil Program Pasca Sarjana di Fakultas Farmasi UGM. Penelitian sel kanker semakin dimantapkan Nunuk ketika dia menyelesaikan disertasi program doktoral di kampus yang sama.

 

Disertasinya yang berjudul Co-chemotherapeutic potency of Gynura procumbens (Lour.) Merr. on Colon Cancer and Breast Cancer: defining its target and molecular mechanism. Hasilnya menunjukkan ada senyawa dalam tanaman sambung nyawa (gynura procumbens) memiliki potensi antikanker. Senyawa ini dapat digunakan sebagai agen pendamping obat antikanker. Bila itu dikembangkan akan mampu menjadi agen penghambat laju resistensi sel kanker.

 

Nunuk menjelaskan, kanker payudara dan kolon merupakan neoplasma malignan dengan insidensi tinggi serta mengakibatkan kematian lebih dari 30 % penderita. Sekarang telah banyak dilakukan upaya peningkatan daya hidup pasien penderita kanker ini dengan menggunakan agen kemoterapi. Tetapi adanya target obat yang tidak spesifik menimbulkan efek samping serius dan menyebabkan Multi Drug Resistance (MDR).

 

Nunuk meyakinkan, kasus yang muncul di atas merupakan permasalahan utama dalam terapi kanker. Beberapa penelitian menunjukkan fenomena resistensi sel kanker terkait erat dengan peningkatan level ekspresi Protein P-Glycoprotein (P-gp). Protein jenis ini yang lalu mengeluarkan obat dari sel. Senyawa  dalam tanaman sambung nyawa sudah terbukti dapat menurunkan level protein P-gp hingga menghambat laju resistensi sel kanker, terutama kanker payudara. Jadi, terapi atau pengobatan pun bisa lebih efektif.

 

Dari penelitian yang telah dilakukan, Nunuk menyimpulkan, senyawa dalam sambung nyawa mempunyai potensi  sangat besar untuk dikembangkan sebagai agen kemoterapi kanker. Sambung nyawa mempunyai target spesifik pada modulasi integritas mikrotubulus.  Sambung nyawa dapat membalikkan resistensi sel melalui penghambatan ekspresi P-gp. Sambung nyawa memilki potensi besar untuk menekan efek samping dan mengatasi permasalahan resistensi pada kanker payudara. Nunuk berharap hasil penelitiannya ini suatu saat nanti bisa memberikan manfaat yang luas bagi kemanusiaan, terutama bagi penderita kanker. Sampai saat ini, hasil penelitiannya telah dipublikasikan di beberapa jurnal internasional dan nasional.

 

Nunuk adalah gambaran dosen UMP yang memiliki konsistensi tinggi pada penelitian. Jabatannya dulu  sebagai dekan fakultas farmasi, sama sekali tidak menghambat kegiatan penelitiannya. “Setelah amanah jadi dekan ini selesai, saya lebih senggang dan bisa fokus mengerjakan penelitian,” tuturnya. Konsistensi jugalah yang mengantarkan Nunuk menjadi juara 3 dosen berprestasi dalam pemilihan Tenaga Pendidikan dan Kependidikan (DIKTENDIK) tingkat Kopertis Wilayah 6 Jawa Tengah. Event tersebut  diselenggarakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI). Presentasi research project unggulannya yang berjudul “Elucidating the potency of Sambung Nyawa (Gynura procumbens (Lour) Merr.) as chemopreventive and co-chemotherapeutic agent against breast cancer and cervix cancer” berhasil memikat dewan juri dengan baik. Di beberapa waktu sebelumnya, tahun 2010, Nunuk juga  menjadi juara harapan 1 dosen berprestasi dalam ajang yang sama.

 

Tidak hanya itu, prestasi lain yang telah dicapai antara lain, Nunuk mendapatkan penghargaan The 2nd Best Oral Presenter in 1st APTFI Congress and 48th POKJANAS TOI Makasar, 2015 dan The Best Oral Presenter in Medan International Pharmaceutical Sciences, 2014. “Kalau jadi dosen maka kita tidak boleh jenuh dengan kegiatan mengajar, penelitian dan pengabdian,” pesannya. 

 

Istiqomahnya Nunuk terhadap dunia penelitian berasal dari  nilai-nilai disiplin dan kemandirian yang didapatnya lewat didikan orang tua. Semasa kecil,  Nunuk terbilang kenyang dengan nilai tersebut. Ayahnya seorang guru yang begitu ketat menjaga kedisiplinan. Sementara, ibunya  wiraswasta handal. Dari sang ibu ini Nunuk mengecap keuletan dan juga prinsip harus tuntas  mengerjakan segala hal. Kedisiplinan, ulet, dan tuntas lalu mengantarkan Nunuk menjadi langganan rangking 1 selama di SLTP dan SLTA. Kemandirian Nunuk pun telah kuat  terbentuk ketika ayahanda tercinta meninggal dunia. Usia Nunuk masih belia. Kedewasaannya tumbuh cepat karena tantangan yang semakin besar tanpa figur ayah. Tak ada yang pernah terbuang sia-sia. Watak dan kepribadian masa kecil terus membekas.  Nilai itu ia terapkan juga ketika melakukan penelitian. Sasarannya cuma satu : menuntaskan apa yang telah ia mulai hingga memberikan manfaat bagi orang lain. “Ada kepuasan tersendiri bagi peneliti jika hasil akhirnya dapat memberikan manfaat,” tuturnya. Di kala waktu santai, Nunuk lebih memilih menghabiskannya untuk berkebun. Sepetak tanah  di sudut rumah berhasil ia sulap menjadi taman bunga nan indah. Anggrek mendominasi. Tak lupa juga beberapa jenis tanaman obat.  Nunuk menanam sendiri. Lalu merawatnya, juga dengan tangannya sendiri, setiap hari.  (Pra/Dis)