Berita

WR IV Cup, Ajang Rekatkan Pimpinan dan Karyawan

Dalam rangka menyemarakkan Milad Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) ke-51. UMP selenggarakan pertandingan futsal antar dosen dan karyawan, hari ini (1/4). Pertandingan ini merebutkan piala bergilir Wakil Rektor (WR) IV Bidang Pengembangan, Kerja sama, Al Islam dan Kemuhammadiyahan UMP.

 

 

Menurut WR IV UMP,Ns. Jebul Suroso, MKep , selain meramaikan Milad UMP ke 51. Ini juga menjadi wadah untuk mempererat jalinan hubungan seluruh karyawan UMP. “Pertandingan futsal piala bergilir WR IV, telah berjalan selama delapan tahun, sejak 2008 lalu. Ini acara bagus, rencana akan terus dijalankan di tahun-tahun mendatang,” ungkap dia, sesaat setelah membuka acara.

 

Pertandingan tersebut, akan dihelat selama dua hari ke depan, dengan mempertandingkan team futsal dari sepuluh fakultas, unit kerja, dan lembaga-lembaga di UMP. WR IV menjelaskan, ini juga dapat menjadi sarana melihat bibit-bibit yang berprestasi. “Ini bisa menjadi pentauan bagi yang berprestasi. Disebabkan, semua elemen di UMP akan bertanding di sini. Ada dosen, karyawan, dan pimpinan,” tandasnya.

 

 

Sementara itu, Ketua Panitia, M. Rizal Affandi mengungkapkan, meskipun ini pertandingan serius, namun masih terdapat sisi rekreasi setelah bekerja. “Kami bertanding dengan semangat, tapi juga ada gurauan-gurauannya. Ini yang menciptakan kebersamaan antara pimpinan dan karyawan,” ungkap dia. (gun)

 

Dr. Nunuk Aries Nurulita, MSi., Apt : Fokus Temukan Senyawa Antikanker Berbahan Alam

“Sel kanker unik dan kompleks. Ini menggugah saya untuk menelitinya,“ kata Dr. Nunuk Aries Nurulita, MSc, Pharm. Dia dosen sekaligus juga mantab Dekan Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Alumni S1 Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) ini mulai meneliti sel kanker sejak tahun 2002. Itu dilanjutkannya ketika mengambil Program Pasca Sarjana di Fakultas Farmasi UGM. Penelitian sel kanker semakin dimantapkan Nunuk ketika dia menyelesaikan disertasi program doktoral di kampus yang sama.

 

Disertasinya yang berjudul Co-chemotherapeutic potency of Gynura procumbens (Lour.) Merr. on Colon Cancer and Breast Cancer: defining its target and molecular mechanism. Hasilnya menunjukkan ada senyawa dalam tanaman sambung nyawa (gynura procumbens) memiliki potensi antikanker. Senyawa ini dapat digunakan sebagai agen pendamping obat antikanker. Bila itu dikembangkan akan mampu menjadi agen penghambat laju resistensi sel kanker.

 

Nunuk menjelaskan, kanker payudara dan kolon merupakan neoplasma malignan dengan insidensi tinggi serta mengakibatkan kematian lebih dari 30 % penderita. Sekarang telah banyak dilakukan upaya peningkatan daya hidup pasien penderita kanker ini dengan menggunakan agen kemoterapi. Tetapi adanya target obat yang tidak spesifik menimbulkan efek samping serius dan menyebabkan Multi Drug Resistance (MDR).

 

Nunuk meyakinkan, kasus yang muncul di atas merupakan permasalahan utama dalam terapi kanker. Beberapa penelitian menunjukkan fenomena resistensi sel kanker terkait erat dengan peningkatan level ekspresi Protein P-Glycoprotein (P-gp). Protein jenis ini yang lalu mengeluarkan obat dari sel. Senyawa  dalam tanaman sambung nyawa sudah terbukti dapat menurunkan level protein P-gp hingga menghambat laju resistensi sel kanker, terutama kanker payudara. Jadi, terapi atau pengobatan pun bisa lebih efektif.

 

Dari penelitian yang telah dilakukan, Nunuk menyimpulkan, senyawa dalam sambung nyawa mempunyai potensi  sangat besar untuk dikembangkan sebagai agen kemoterapi kanker. Sambung nyawa mempunyai target spesifik pada modulasi integritas mikrotubulus.  Sambung nyawa dapat membalikkan resistensi sel melalui penghambatan ekspresi P-gp. Sambung nyawa memilki potensi besar untuk menekan efek samping dan mengatasi permasalahan resistensi pada kanker payudara. Nunuk berharap hasil penelitiannya ini suatu saat nanti bisa memberikan manfaat yang luas bagi kemanusiaan, terutama bagi penderita kanker. Sampai saat ini, hasil penelitiannya telah dipublikasikan di beberapa jurnal internasional dan nasional.

 

Nunuk adalah gambaran dosen UMP yang memiliki konsistensi tinggi pada penelitian. Jabatannya dulu  sebagai dekan fakultas farmasi, sama sekali tidak menghambat kegiatan penelitiannya. “Setelah amanah jadi dekan ini selesai, saya lebih senggang dan bisa fokus mengerjakan penelitian,” tuturnya. Konsistensi jugalah yang mengantarkan Nunuk menjadi juara 3 dosen berprestasi dalam pemilihan Tenaga Pendidikan dan Kependidikan (DIKTENDIK) tingkat Kopertis Wilayah 6 Jawa Tengah. Event tersebut  diselenggarakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI). Presentasi research project unggulannya yang berjudul “Elucidating the potency of Sambung Nyawa (Gynura procumbens (Lour) Merr.) as chemopreventive and co-chemotherapeutic agent against breast cancer and cervix cancer” berhasil memikat dewan juri dengan baik. Di beberapa waktu sebelumnya, tahun 2010, Nunuk juga  menjadi juara harapan 1 dosen berprestasi dalam ajang yang sama.

 

Tidak hanya itu, prestasi lain yang telah dicapai antara lain, Nunuk mendapatkan penghargaan The 2nd Best Oral Presenter in 1st APTFI Congress and 48th POKJANAS TOI Makasar, 2015 dan The Best Oral Presenter in Medan International Pharmaceutical Sciences, 2014. “Kalau jadi dosen maka kita tidak boleh jenuh dengan kegiatan mengajar, penelitian dan pengabdian,” pesannya. 

 

Istiqomahnya Nunuk terhadap dunia penelitian berasal dari  nilai-nilai disiplin dan kemandirian yang didapatnya lewat didikan orang tua. Semasa kecil,  Nunuk terbilang kenyang dengan nilai tersebut. Ayahnya seorang guru yang begitu ketat menjaga kedisiplinan. Sementara, ibunya  wiraswasta handal. Dari sang ibu ini Nunuk mengecap keuletan dan juga prinsip harus tuntas  mengerjakan segala hal. Kedisiplinan, ulet, dan tuntas lalu mengantarkan Nunuk menjadi langganan rangking 1 selama di SLTP dan SLTA. Kemandirian Nunuk pun telah kuat  terbentuk ketika ayahanda tercinta meninggal dunia. Usia Nunuk masih belia. Kedewasaannya tumbuh cepat karena tantangan yang semakin besar tanpa figur ayah. Tak ada yang pernah terbuang sia-sia. Watak dan kepribadian masa kecil terus membekas.  Nilai itu ia terapkan juga ketika melakukan penelitian. Sasarannya cuma satu : menuntaskan apa yang telah ia mulai hingga memberikan manfaat bagi orang lain. “Ada kepuasan tersendiri bagi peneliti jika hasil akhirnya dapat memberikan manfaat,” tuturnya. Di kala waktu santai, Nunuk lebih memilih menghabiskannya untuk berkebun. Sepetak tanah  di sudut rumah berhasil ia sulap menjadi taman bunga nan indah. Anggrek mendominasi. Tak lupa juga beberapa jenis tanaman obat.  Nunuk menanam sendiri. Lalu merawatnya, juga dengan tangannya sendiri, setiap hari.  (Pra/Dis)

Seru, International Harmony Day di UMP !

Mantapkan nuansa internasionalisasi di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Kantor Urusan Internasional (KUI) UMP kembali menggelar acara International Harmony Day yang melibatkan warga negara asing, Kamis (24/3). Total, ada 11 mahasiswa asing dari berbagai negara seperti New Zealand, Vietnam, Myanmar, Uzbekistan, Mali,Korea Selatan, Egyptian, Thailand, Marocco, Belanda, dan Indonesia. Selain berinteraksi langsung dengan mahasiswa, mereka akan mengikuti lomba memasak nasi goreng dan cerdas cermat wawasan ke-Indonesiaan. KUI sengaja mengadakan acara yang bersifat semi formal ini agar International day tidak hanya sebatas kegiatan lomba tetapi juga membangun interaksi aktif antara mahasiswa UMP dengan mahasiswa asing, sehingga mahasiswa dapat mempraktekkan langsung bahasa Inggris dengan mahasiswa asing.

 

 

Santhy Hawanti, PhD selaku Kepala Bidang Pengembangan dan Kerjasama UMP berharap, semoga acara ini dapat menumbuhkan kebersamaan diantara perbedaan yang ada. “Semoga dengan adanya International Harmony Day kali ini dapat lebih menguatkan rasa toleransi diantara kita  serta menambah wawasan internasional kita,” tuturnya. Santhy berpesan agar mahasiswa dapat memanfaatkan dengan baik kegiatan ini. Selain mempraktekkan bahasa, mahasiswa juga dapat menambah wawasan mancanegaranya.

 

 

Kebanyakan peserta adalah mahasiswa asing yang sedang menempuh studi di UMP, baik itu pogrma reguler ataupun BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing). Ketika sesi memasak, selain memasak nasi goreng, peserta di tuntut untuk bisa memperkenalkan makanan khas dari negaranya masing-masing. Bukan hanya peserta yang nampak antusias. Mahasiswa UMP pun tidak kalah antusias, mereka aktif melakukan komunikasi dengan bahasa Inggris yang baik sembari mencicipi hidangan khas negara yang bersangkutan. Makanan khas dari negaramasing-masing peserta nampak menggoda mata. Mahasiswa UMP jadi mengetahui makanan seperti Creamy Chicken Pasta dari New Zealand, Seri dari Mali, Palov dari Uzbekistan, Chicken Tagine dari Morocco, Messaqa’a dari Egyptian, Pancake dari Belanda, Kimchi serta Kkakdugi dari Korea Selatan. Tidak sampai disitu, peserta juga diberi tantangan untuk menjualnya kepada pengunjung dan hasilnya terkumpul sejumlah Rp. 1.170.000 yang akan didonasikan untuk panti asuhan yang ada di Purwokerto.

 

 

Usai memasak, peserta melanjutkan dengan lomba cerdas cermat wawasan ke-Indonesiaan. Peserta saling berebut menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh panitia. Ada diantara mereka yang menjawab dengan bahasa Indonesia meskipun dengan aksen terbata-bata. Lomba ini dimenangkan oleh peserta dari Mali sebagai juara pertama, lalu juara kedua dan ketiga diraih oleh peserta dari Egyptian dan Belanda. Untuk memasak nasi goreng, mahasiswa dari New Zealand berhasil menjadi juara 1, menyusul Vietnam sebagai juara 2 dan Korea Selatan sebagai juara 3. (Dpa/Pra)

UMP Lepas 595 Mahasiswa di Wisuda ke 56

Sabtu (26/03), Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) gelar wisuda tahun akademik 2015-2016 program magister, sarjana dan diploma bertempat di auditorium Ukhuwah Islamiyah. Wisuda yang ke 56 ini diikuti oleh 595 wisudawan. Lulusan terdiri dari program S1 sebanyak 594 dan Diploma III sebanyak 1 orang. Acara dihadiri oleh Majelis Dikti PP Muhammdiyah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Banyumas (PDM), jajaran Badan Pelaksana Harian (BPH), rektorat, senat, dekanat, civitas akademika dan keluarga wisudawan.

 

Rektor UMP, Dr. H. Syamsuhadi Irsyad, MH mengucapkan selamat pada seluruh wisudawan yang telah resmi mendapatkan gelar. Rektor juga mengatakan, sejak didirikan pada tanggal 5 April 1965 hingga sekarang UMP telah berumur 51 tahun. Dalam perkembangannya, UMP mampu membuktikan diri sebagai salah satu Perguruan Tinggi Islam terbesar di Banyumas dan terbaik untuk beberapa rangking di Jawa Tengah. Sejak awal didirikan, UMP merupakan tempat belajar bagi generasi muda yang datang dari berbagai daerah di Indonesia dengan budaya dan bahasa lokalnya masing-masing. Sejalan dengan program internasionalisasinya, UMP menerima banyak mahasiswa asing untuk menempuh studi di UMP.

 

Rektor juga meyakinkan, UMP telah menerima mahasiwa asing melalui program tertentu untuk berbagai macam kegiatan. Hal ini membuat suasana belajar dan mengajar di UMP terasa nasional sekaligus internasional. Di Usia Emas ini, melalui Surat Keputusan Badan Akreditasi  Institusi Perguruan Tinggi Nomor 189/SK/BAN-PT/Akred/PT/IV/2015 tanggal 10 April 2015, UMP berhasil meraih peringkat akreditasi institusi B (Baik). Dengandiperolehnya akreditasi institusi ini, otomatisUMP dapat meningkatkan daya tarik masyarakat untuk kuliah dan bermitra dengan UMP, di samping meningkatkan semangat untuk beraktivitas bagi seluruh civitas akademika UMP. Tak lupa UMP juga terus berbenah meningkatkan kualitas dosen dan kualitas lulusannya, dengan menambah berbagai fasilitas penunjang. Pembangunan UMP yang saat ini sedang berlangsung, diharapkan pada masa mendatang akan dapat menjadi salah satu barometer pendidikan tinggi di Indonesia.

 

Di akhir sambutan rektor berpesan kepada wisudawan agar dapat memanfaatkan dengan baik bekal dan pengalaman yang telah didapat selama kuliah, baik pengalaman dalam organisasi kemahasiswaan maupun pengalaman dalam melakukan penelitian dan penulisan karya ilmiah.Bagi wisudawan yang masih ingin membekali diri untuk meraih jenjang pendidikan lebih tinggi, rektor menyarankan agar segera mengambil kuliah Program Sarjana, Program Magister, dan Program Doktor baik di dalam maupun di luar negeri atau mengambil kursus singkat guna meningkatkan softskills yang guna menunjang kesiapan untukberkiprah di masyarakat agar lulusan perguruan tinggi Muhammadiyah mampu menunaikan peran dalam masyarakat sebagai kader persyarikatan, umat dan bangsa.

 

Terpisah, Wakil Rektor Bidang Akademik, Anjar Nugroho SAg, MSI, menjelaskan, wisuda ke-56 kali ini diikuti oleh wisudawan yang berasal dari berbagai daerah tidak hanya dari Jawa Tengah dan sekitarnya, tetapi juga berasal dari luar Jawa seperti Jambi, Maluku, Maluku Utara, Riau, Sumatra Selatan, Lampung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan. Sedangkan dari latar belakang keilmuan, dari 595 wisudawan mereka berasal dari berbagai program studi yaitu, 266 orang dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), 18 orang dari Fakultas Agama Islam (FAI), 133 orang dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), 51 orang dari Fakultas Teknik (FT), 11 orang dari Fakultas Pertanian (FAPERTA), 22 orang dari fakultas psikologi, 58 orang dari Fakultas Farmasi, 4 orang dari Fakultas Sastra, 9 orang dari Fakultas Hukum (FH), dan 23 orang dari Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES).  Total, sampai saat ini, jumlah Magister, Sarjana, Ahli Madya, dan Ahli Muda yang telah dihasilkan oleh UMP sebanyak 26.964 alumni, dengan rincian sebagai program Magister 155, Sarjana  19.721, Diploma III 2.602,  Diploma II 1.553,  Akta Mengajar 1.332, Profesi Apoteker 1.089 dan Profesi Ners 512.

 

Dalam setiap gelaran wisuda, UMP selalu memberikan apresiasi tinggi bagi wisudawan terbaik. Seperti di wisuda ke 56 kali ini, UMP pun memberikan penghargaan pada lulusan terbaiknya. Wisudawan terbaik pertama diraih oleh yaitu Giarsiana Handoyowati (Fakultas Pertanian/IPK 3.91), disusul oleh Mei Kurniasari sebagai terbaik kedua (FKIP/IPK 3.90), dan Egi Delliana terbaik ketiga (FEB/IPK 3.89). Selain penghargaan kepada lulusan terbaik dengan prestasi akademik, UMP juga memberikan penghargaan kepada wisudawan terbaik di bidang Al-Islam Kemuhammadiyahan sesuai dengan Surat Keputusan Rektor No. Nomor: A12.II/100-S.Kep/UMP/III/2016. Adapun nama-nama wisudawan tersebut adalah Rizki Sahar Yufranto (FAI), Cikun (FKIP), dan Wildan Ahid Mujamal (FKIP).

 

Lulusan terbaik pertama dengan prestasi akademik, Giarsiana Handoyowati mengungkapkan bahwa ia mewakili teman-teman lainnya, sangat bangga pernah menjadi bagian dari UMP yang berbasis kepada nilai-nilai Islam dan kemoderenan serta mengedepankan aspek-aspek keunggulan. Di UMP, ia mendapatkan pelatihan dan pembinaan hard skill dan soft skill yang luar biasa. Training BEST, Smart dan Success membawa mahasiswa bisa menyadari akan pentingnya sukses dan upaya untuk meraihnya secara positif. Ia juga bangga telah diterpa secara akademik di fakultas dan program studi. Profesionalisme pengelolaan fakultas dan program studi begitu kental terasa. Mulai dari perkuliahan, kegiatan di laboratorium, praktek lapangan sampai penelitian skripsi, semua terlayani dengan hati, sehingga mahasiswa menjalani proses pembelajaran dan akademik dengan lancar sampai pada akhirnya  diwisuda pada hari ini. Ia juga sangat bersyukur bisa bersilaturrahmi dan berinteraksi selama studi dengan semua komponen universitas, mulai dari bapak Rektor, dekan, kaprodi sampai pembantu pelaksana. “Sungguh sebuah jalinan yang tidak semata-mata hubungan formal antara mahasiswa dan pimpinan, tetapi lebih dari itu, inilah hubungan yang penuh emosi dan rasa, sebagaimana kami juga merasakan hubungan itu antara kami dengan orang tua kami atau saudara-saudara kami,” tuturnya. (Pra)

Pembukaan Milad 51 UMP Berlangsung Meriah!

51 tahun sudah universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) berdiri. Sejak 5 April 1965, dalam perjalanannya banyak hal positif yang telah ditorehkan oleh UMP, perkembangannya begitu pesat. Mulai dari alih bentuk IKIP Muhammadiyah Purwokerto yang merupakan cabang IKIP Muhammadiyah Surakarta cabang Purwokerto terdiri dari dua fakultas yaitu Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) dan Pendidikan Umum, sampai dengan saat ini UMP telah memiliki 11 fakultas, 33 program studi dengan total alumni lebih dari 25.807 yang tersebar di seluruh nusantara. Jelang milad UMP yang jatuh pada April mendatang, Sabtu (19/3), UMP adakan pembukaan milad yang digelar di pelataran kantor pusat UMP dengan disaksikan oleh jajaran Badan Pembina Harian (BPH), rektorat, dekanat, mitra dan seluruh civitas akademikanya. 

 

 

Pembukaan milad tahun ini lebih meriah daripada sebelumnya karena ada beberapa atraksi spektakuler yang ikut meramaikan, seperti penampilan grup kentongan
 Senandung Karyawan (SEKAR), drum band Hizbul Wathan, Calung Banyumasan oleh mahasiswa PGSD UMP hingga pada atraksi keberanian oleh Satuan Pengamanan (Satpam). Ketua Pantia, Drs. H. Ikhsan Mujahid, MSi mengatakan, setelah pembukaan ini, nantinya akan diselenggarakan berbagai lomba dan pertandingan rekreatif, seminar ilmiah, tasyakuran, automatic robot race 2016 (tingkat nasional), jalan sehat internal, pengabdian masyarakat (donor darah, pengobatan massal dan pemeriksaan iva gratis), pidato milad yang menurut rencananya akan mendatangkan Menteri Perindustrian Republik Indonesia, jalan sehat eksternal, konser musik Sheila on 7 dan ditutup dengan pertunjukan wayang kulit semalam suntuk oleh Ki Dalang Sikin Hadi Carito.

 


Terpisah, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Drs. Joko Purwanto MSi mengajak seluruh civitas akademika UMP agar menyambut milad ini dengan rasa syukur kepada Allah Swt. Menurutnya, UMP tidak mungkin dapat mencapai usia ke 51 tanpa ijin Allah Swt. Selain itu Joko juga berpesan agar seluruh pegawai UMP baik staf pengajar ataupun staf akademik dapat memiliki pemahaman yang sama bahwa universitas maju adalah hasil kerja keras semua elemen. “Dengan target UMP di tahun 2013 menjadi world class university, maka kita semua harus menyiapkan diri untuk menuju ke sana,kita harus berpikir bagaimana memajukan dan mengembangkan UMP, “ katanya.

 

 


Senada dengan Joko, Wakil Ketua 1 BPH UMP, Drs. H. Ahmad Kifni mengatakan, dengan bertambahnya usia maka harus berjalan seiring dengan rasa syukur ke hadirat Allah Swt. Kifni ingin civitas akadmeika UMP dapat menyikapi milad melalui 3 cara yaitu mengingat jasa perintis dengan menoleh ke belakang , lebih berkhidmat di masa sekarang dan menatap masa depan dengan penuh kewaspadaan. “Di Purwokerto ini ada lebih dari 10 perguruan tinggi. Kita harus berlomba-lomba dalam kualitas,” pesannya. Usai memberikan sambutan, pembukaan milad dilakukan langsung oleh Kifni yang ditandai dengan pemukulan gong. Selanjutnya, berbagai atraksi spektakuler yang mengundang decak kagum ditampilkan secara apik oleh civitas akademika UMP. Puncaknya ketika atraksi yang ditampilkan oleh SATPAM UMP ketika  menghadapi api. Skenarionya, ketika SATPAM UMP sedang unjuk kebolehan mematahkan berlapis-lapis besi dengan tangan kosong, tiba-tiba ada gubug buatan di tengah pelataran UMP yang terbakar api, lalu, di antara letupan petasan dan api yang menyala, SATPAM UMP dengan gagah berani menerobos api dan memadamkannya. Tidak lebih dari 10 menit api berhasil padam. Sontan, atraksi ini tidak hanya menarik perhatian civitas akademika UMP tetapi juga masyarakat 

Subcategories