Berita

UMP Lepas 595 Mahasiswa di Wisuda ke 56

Sabtu (26/03), Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) gelar wisuda tahun akademik 2015-2016 program magister, sarjana dan diploma bertempat di auditorium Ukhuwah Islamiyah. Wisuda yang ke 56 ini diikuti oleh 595 wisudawan. Lulusan terdiri dari program S1 sebanyak 594 dan Diploma III sebanyak 1 orang. Acara dihadiri oleh Majelis Dikti PP Muhammdiyah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Banyumas (PDM), jajaran Badan Pelaksana Harian (BPH), rektorat, senat, dekanat, civitas akademika dan keluarga wisudawan.

 

Rektor UMP, Dr. H. Syamsuhadi Irsyad, MH mengucapkan selamat pada seluruh wisudawan yang telah resmi mendapatkan gelar. Rektor juga mengatakan, sejak didirikan pada tanggal 5 April 1965 hingga sekarang UMP telah berumur 51 tahun. Dalam perkembangannya, UMP mampu membuktikan diri sebagai salah satu Perguruan Tinggi Islam terbesar di Banyumas dan terbaik untuk beberapa rangking di Jawa Tengah. Sejak awal didirikan, UMP merupakan tempat belajar bagi generasi muda yang datang dari berbagai daerah di Indonesia dengan budaya dan bahasa lokalnya masing-masing. Sejalan dengan program internasionalisasinya, UMP menerima banyak mahasiswa asing untuk menempuh studi di UMP.

 

Rektor juga meyakinkan, UMP telah menerima mahasiwa asing melalui program tertentu untuk berbagai macam kegiatan. Hal ini membuat suasana belajar dan mengajar di UMP terasa nasional sekaligus internasional. Di Usia Emas ini, melalui Surat Keputusan Badan Akreditasi  Institusi Perguruan Tinggi Nomor 189/SK/BAN-PT/Akred/PT/IV/2015 tanggal 10 April 2015, UMP berhasil meraih peringkat akreditasi institusi B (Baik). Dengandiperolehnya akreditasi institusi ini, otomatisUMP dapat meningkatkan daya tarik masyarakat untuk kuliah dan bermitra dengan UMP, di samping meningkatkan semangat untuk beraktivitas bagi seluruh civitas akademika UMP. Tak lupa UMP juga terus berbenah meningkatkan kualitas dosen dan kualitas lulusannya, dengan menambah berbagai fasilitas penunjang. Pembangunan UMP yang saat ini sedang berlangsung, diharapkan pada masa mendatang akan dapat menjadi salah satu barometer pendidikan tinggi di Indonesia.

 

Di akhir sambutan rektor berpesan kepada wisudawan agar dapat memanfaatkan dengan baik bekal dan pengalaman yang telah didapat selama kuliah, baik pengalaman dalam organisasi kemahasiswaan maupun pengalaman dalam melakukan penelitian dan penulisan karya ilmiah.Bagi wisudawan yang masih ingin membekali diri untuk meraih jenjang pendidikan lebih tinggi, rektor menyarankan agar segera mengambil kuliah Program Sarjana, Program Magister, dan Program Doktor baik di dalam maupun di luar negeri atau mengambil kursus singkat guna meningkatkan softskills yang guna menunjang kesiapan untukberkiprah di masyarakat agar lulusan perguruan tinggi Muhammadiyah mampu menunaikan peran dalam masyarakat sebagai kader persyarikatan, umat dan bangsa.

 

Terpisah, Wakil Rektor Bidang Akademik, Anjar Nugroho SAg, MSI, menjelaskan, wisuda ke-56 kali ini diikuti oleh wisudawan yang berasal dari berbagai daerah tidak hanya dari Jawa Tengah dan sekitarnya, tetapi juga berasal dari luar Jawa seperti Jambi, Maluku, Maluku Utara, Riau, Sumatra Selatan, Lampung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan. Sedangkan dari latar belakang keilmuan, dari 595 wisudawan mereka berasal dari berbagai program studi yaitu, 266 orang dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), 18 orang dari Fakultas Agama Islam (FAI), 133 orang dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), 51 orang dari Fakultas Teknik (FT), 11 orang dari Fakultas Pertanian (FAPERTA), 22 orang dari fakultas psikologi, 58 orang dari Fakultas Farmasi, 4 orang dari Fakultas Sastra, 9 orang dari Fakultas Hukum (FH), dan 23 orang dari Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES).  Total, sampai saat ini, jumlah Magister, Sarjana, Ahli Madya, dan Ahli Muda yang telah dihasilkan oleh UMP sebanyak 26.964 alumni, dengan rincian sebagai program Magister 155, Sarjana  19.721, Diploma III 2.602,  Diploma II 1.553,  Akta Mengajar 1.332, Profesi Apoteker 1.089 dan Profesi Ners 512.

 

Dalam setiap gelaran wisuda, UMP selalu memberikan apresiasi tinggi bagi wisudawan terbaik. Seperti di wisuda ke 56 kali ini, UMP pun memberikan penghargaan pada lulusan terbaiknya. Wisudawan terbaik pertama diraih oleh yaitu Giarsiana Handoyowati (Fakultas Pertanian/IPK 3.91), disusul oleh Mei Kurniasari sebagai terbaik kedua (FKIP/IPK 3.90), dan Egi Delliana terbaik ketiga (FEB/IPK 3.89). Selain penghargaan kepada lulusan terbaik dengan prestasi akademik, UMP juga memberikan penghargaan kepada wisudawan terbaik di bidang Al-Islam Kemuhammadiyahan sesuai dengan Surat Keputusan Rektor No. Nomor: A12.II/100-S.Kep/UMP/III/2016. Adapun nama-nama wisudawan tersebut adalah Rizki Sahar Yufranto (FAI), Cikun (FKIP), dan Wildan Ahid Mujamal (FKIP).

 

Lulusan terbaik pertama dengan prestasi akademik, Giarsiana Handoyowati mengungkapkan bahwa ia mewakili teman-teman lainnya, sangat bangga pernah menjadi bagian dari UMP yang berbasis kepada nilai-nilai Islam dan kemoderenan serta mengedepankan aspek-aspek keunggulan. Di UMP, ia mendapatkan pelatihan dan pembinaan hard skill dan soft skill yang luar biasa. Training BEST, Smart dan Success membawa mahasiswa bisa menyadari akan pentingnya sukses dan upaya untuk meraihnya secara positif. Ia juga bangga telah diterpa secara akademik di fakultas dan program studi. Profesionalisme pengelolaan fakultas dan program studi begitu kental terasa. Mulai dari perkuliahan, kegiatan di laboratorium, praktek lapangan sampai penelitian skripsi, semua terlayani dengan hati, sehingga mahasiswa menjalani proses pembelajaran dan akademik dengan lancar sampai pada akhirnya  diwisuda pada hari ini. Ia juga sangat bersyukur bisa bersilaturrahmi dan berinteraksi selama studi dengan semua komponen universitas, mulai dari bapak Rektor, dekan, kaprodi sampai pembantu pelaksana. “Sungguh sebuah jalinan yang tidak semata-mata hubungan formal antara mahasiswa dan pimpinan, tetapi lebih dari itu, inilah hubungan yang penuh emosi dan rasa, sebagaimana kami juga merasakan hubungan itu antara kami dengan orang tua kami atau saudara-saudara kami,” tuturnya. (Pra)

Seru, International Harmony Day di UMP !

Mantapkan nuansa internasionalisasi di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Kantor Urusan Internasional (KUI) UMP kembali menggelar acara International Harmony Day yang melibatkan warga negara asing, Kamis (24/3). Total, ada 11 mahasiswa asing dari berbagai negara seperti New Zealand, Vietnam, Myanmar, Uzbekistan, Mali,Korea Selatan, Egyptian, Thailand, Marocco, Belanda, dan Indonesia. Selain berinteraksi langsung dengan mahasiswa, mereka akan mengikuti lomba memasak nasi goreng dan cerdas cermat wawasan ke-Indonesiaan. KUI sengaja mengadakan acara yang bersifat semi formal ini agar International day tidak hanya sebatas kegiatan lomba tetapi juga membangun interaksi aktif antara mahasiswa UMP dengan mahasiswa asing, sehingga mahasiswa dapat mempraktekkan langsung bahasa Inggris dengan mahasiswa asing.

 

 

Santhy Hawanti, PhD selaku Kepala Bidang Pengembangan dan Kerjasama UMP berharap, semoga acara ini dapat menumbuhkan kebersamaan diantara perbedaan yang ada. “Semoga dengan adanya International Harmony Day kali ini dapat lebih menguatkan rasa toleransi diantara kita  serta menambah wawasan internasional kita,” tuturnya. Santhy berpesan agar mahasiswa dapat memanfaatkan dengan baik kegiatan ini. Selain mempraktekkan bahasa, mahasiswa juga dapat menambah wawasan mancanegaranya.

 

 

Kebanyakan peserta adalah mahasiswa asing yang sedang menempuh studi di UMP, baik itu pogrma reguler ataupun BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing). Ketika sesi memasak, selain memasak nasi goreng, peserta di tuntut untuk bisa memperkenalkan makanan khas dari negaranya masing-masing. Bukan hanya peserta yang nampak antusias. Mahasiswa UMP pun tidak kalah antusias, mereka aktif melakukan komunikasi dengan bahasa Inggris yang baik sembari mencicipi hidangan khas negara yang bersangkutan. Makanan khas dari negaramasing-masing peserta nampak menggoda mata. Mahasiswa UMP jadi mengetahui makanan seperti Creamy Chicken Pasta dari New Zealand, Seri dari Mali, Palov dari Uzbekistan, Chicken Tagine dari Morocco, Messaqa’a dari Egyptian, Pancake dari Belanda, Kimchi serta Kkakdugi dari Korea Selatan. Tidak sampai disitu, peserta juga diberi tantangan untuk menjualnya kepada pengunjung dan hasilnya terkumpul sejumlah Rp. 1.170.000 yang akan didonasikan untuk panti asuhan yang ada di Purwokerto.

 

 

Usai memasak, peserta melanjutkan dengan lomba cerdas cermat wawasan ke-Indonesiaan. Peserta saling berebut menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh panitia. Ada diantara mereka yang menjawab dengan bahasa Indonesia meskipun dengan aksen terbata-bata. Lomba ini dimenangkan oleh peserta dari Mali sebagai juara pertama, lalu juara kedua dan ketiga diraih oleh peserta dari Egyptian dan Belanda. Untuk memasak nasi goreng, mahasiswa dari New Zealand berhasil menjadi juara 1, menyusul Vietnam sebagai juara 2 dan Korea Selatan sebagai juara 3. (Dpa/Pra)

Mapala UMP Ajak Mahasiswa Donor Darah

Peduli terhadap sesama, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mapala Satria Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) bekerjasama dengan Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (UTD PMI) Kabupaten Banyumas adakan donor darah, Selasa (15/3). Kegiatan yang bertempat di sekretariat UKM Mapala Satria Gedung PKM ini sudah menjadi agenda rutin, hampir selalu diadakan setiap 3 bulan sekali. Ketua UKM Mapala Satria Suryandanu Pranata Arif mengatakan, salah satu tujuan kegiatan ini adalah untuk membantu meningkatkan persediaan darah di PMI. Sampai dengan hari ini, berdasarkan data dari UTD PMI Kabupaten Banyumas, info stok darah total ada 63 kantong WB dan 792 kantong PRC.

Read more: Mapala UMP Ajak Mahasiswa Donor Darah

Pembukaan Milad 51 UMP Berlangsung Meriah!

51 tahun sudah universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) berdiri. Sejak 5 April 1965, dalam perjalanannya banyak hal positif yang telah ditorehkan oleh UMP, perkembangannya begitu pesat. Mulai dari alih bentuk IKIP Muhammadiyah Purwokerto yang merupakan cabang IKIP Muhammadiyah Surakarta cabang Purwokerto terdiri dari dua fakultas yaitu Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) dan Pendidikan Umum, sampai dengan saat ini UMP telah memiliki 11 fakultas, 33 program studi dengan total alumni lebih dari 25.807 yang tersebar di seluruh nusantara. Jelang milad UMP yang jatuh pada April mendatang, Sabtu (19/3), UMP adakan pembukaan milad yang digelar di pelataran kantor pusat UMP dengan disaksikan oleh jajaran Badan Pembina Harian (BPH), rektorat, dekanat, mitra dan seluruh civitas akademikanya. 

 

 

Pembukaan milad tahun ini lebih meriah daripada sebelumnya karena ada beberapa atraksi spektakuler yang ikut meramaikan, seperti penampilan grup kentongan
 Senandung Karyawan (SEKAR), drum band Hizbul Wathan, Calung Banyumasan oleh mahasiswa PGSD UMP hingga pada atraksi keberanian oleh Satuan Pengamanan (Satpam). Ketua Pantia, Drs. H. Ikhsan Mujahid, MSi mengatakan, setelah pembukaan ini, nantinya akan diselenggarakan berbagai lomba dan pertandingan rekreatif, seminar ilmiah, tasyakuran, automatic robot race 2016 (tingkat nasional), jalan sehat internal, pengabdian masyarakat (donor darah, pengobatan massal dan pemeriksaan iva gratis), pidato milad yang menurut rencananya akan mendatangkan Menteri Perindustrian Republik Indonesia, jalan sehat eksternal, konser musik Sheila on 7 dan ditutup dengan pertunjukan wayang kulit semalam suntuk oleh Ki Dalang Sikin Hadi Carito.

 


Terpisah, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Drs. Joko Purwanto MSi mengajak seluruh civitas akademika UMP agar menyambut milad ini dengan rasa syukur kepada Allah Swt. Menurutnya, UMP tidak mungkin dapat mencapai usia ke 51 tanpa ijin Allah Swt. Selain itu Joko juga berpesan agar seluruh pegawai UMP baik staf pengajar ataupun staf akademik dapat memiliki pemahaman yang sama bahwa universitas maju adalah hasil kerja keras semua elemen. “Dengan target UMP di tahun 2013 menjadi world class university, maka kita semua harus menyiapkan diri untuk menuju ke sana,kita harus berpikir bagaimana memajukan dan mengembangkan UMP, “ katanya.

 

 


Senada dengan Joko, Wakil Ketua 1 BPH UMP, Drs. H. Ahmad Kifni mengatakan, dengan bertambahnya usia maka harus berjalan seiring dengan rasa syukur ke hadirat Allah Swt. Kifni ingin civitas akadmeika UMP dapat menyikapi milad melalui 3 cara yaitu mengingat jasa perintis dengan menoleh ke belakang , lebih berkhidmat di masa sekarang dan menatap masa depan dengan penuh kewaspadaan. “Di Purwokerto ini ada lebih dari 10 perguruan tinggi. Kita harus berlomba-lomba dalam kualitas,” pesannya. Usai memberikan sambutan, pembukaan milad dilakukan langsung oleh Kifni yang ditandai dengan pemukulan gong. Selanjutnya, berbagai atraksi spektakuler yang mengundang decak kagum ditampilkan secara apik oleh civitas akademika UMP. Puncaknya ketika atraksi yang ditampilkan oleh SATPAM UMP ketika  menghadapi api. Skenarionya, ketika SATPAM UMP sedang unjuk kebolehan mematahkan berlapis-lapis besi dengan tangan kosong, tiba-tiba ada gubug buatan di tengah pelataran UMP yang terbakar api, lalu, di antara letupan petasan dan api yang menyala, SATPAM UMP dengan gagah berani menerobos api dan memadamkannya. Tidak lebih dari 10 menit api berhasil padam. Sontan, atraksi ini tidak hanya menarik perhatian civitas akademika UMP tetapi juga masyarakat 

"MILAD EMAS UMP" Fakultas Kedokteran menghadirkan Yovie & Nuno

Rangkaian acara dalam memperingati Milad Emas Universitas Muhammadiyah Purwokerto berlanjut. Kali ini yang bertindak sebagai panitia adalah Fakultas Kedokteran. Meski baru berumur 2 tahun, namun kepanitiaan ini dapat menyuguhkan tontongan yang luar biasa



 

Read more: "MILAD EMAS UMP" Fakultas Kedokteran menghadirkan Yovie & Nuno

Subcategories