Arikel Kesehatan

Pencegahan Tonsilitis Pada Anak dan Dewasa

Pencegahan Tonsilitis Pada Anak dan Dewasa

Oke Kadarullah, dr. Sp.THTKL

 

Tonsilitis merupakan proses peradangan tonsil disebabkan kuman (bakteri dan virus).

Apakah tonsil itu? 

Tonsil atau amandel rongga mulut yang berjumlah sepasang merupakan massa berbentuk oval berlokasi di samping (dinding lateral) rongga mulut (orofaring). Beratnya sekitar 0,75gr, ukurannya sekitar 5x3,5mm, dilapisi kapsul dan terdiri dari saluran-saluran pertahanan (kripta). Terkadang pertumbuhannya dapat meluas kea rah bawah jalan nafas antara dasar lidah dan dinding belakang (posterior) tenggorokan (faring) sehingga menimbulkan gangguan nafas saat tidur. Lokasi anatominya juga menimbulkan hubungan dengan dengan penyakit telinga tengah melalui saluran tuba eustachius dan juga rongga sinus. Namun amandel rongga mulut dan belakang hidung (adenoid) secara bersama lebih sering menimbulkan proses infeksi lama (kronis) / berulang (rekuren) serta penyumbatan (hyperplasia obtruksi).

 

Fungsi tonsil

Secara fisiologis amandel berperan sebagai organ pertahanan tubuh (imunologis). Sel-selnya bekerja sebagai system imun terhadap antigen inhalasi dan ingesti (zat asing hirup dan oral), yang mengirimkan sinyal-sinyal khusus guna mengaktifkan system kekebalan tubuh (seperti sel darah putih limfosit T dan B). Namun system pertahanan daerah rongga mulut bukanlah hanya amandel sendiri (tidak tunggal), masih ada organ-organ atau tentara-tentara pertahanan lainnya yang berbentuk cincin meliputi saluran makan dan nafas bagian atas (jaringan limfoid Cincin Waldeyer). Menjadi masalah?

Terkait fungsinya sebagai kelenjar limfoid, amandel akan bereaksi terhadap zat asing atau antigen seperti kuman atau virus yang kemudian menghasilkan sejumlah sel pertahanan melalui kripta-kriptanya. Proses ini menimbulkan reaksi peradangan (inflamasi) yang ditandai dengan kemerahan, pembengkakan, rasa panas, nyeri serta berpotensi gangguan fungsi jika berlangsung terus-menerus. Maka tidak heran mengapa amandel ini dapat membesar akan tetapi tidak kembali ke ukuran semula karena peradangan lama serta berulang itu dapat menimbulkan jaringan ikat baru. Ukurannya yang terus membesar dapat menutup rongga mulut dan nafas bagian atas. Fungsi pertahanannya pun terganggu karena banyak sel-sel pertahanan yg tergantikan jaringan ikat akibat proses peradangan tersebut. Bahkan saluran-saluran kripta dapat terisi kotoran (debris nanah sisa sel mati atau sisa makanan) yang dapat mengeras sehingga terjadi gangguan fungsi atau tempat tinggal kuman (fokal infeksi). Selain itu komplikasi tonsillitis lainnya dapat bersifat berat seperti nanah leher dalam (abses peritonsilar) bahkan dapat menjalar, sulit menelan (dysfagi dan odinofagi) atau kuman yang beredar di pembuluh darah dapat menyebar ke seluruh tubuh (sepsis). Selain itu zat iritan secara empiris dapat meningkatkan risiko infeksi amandel. Maka penting mencegah infeksi atau kompllikasi tonsillitis pada anak dan dewasa.

Pencegahan

Kuman dan virus serta antigen lainnya akan selalu melalui rongga mulut dan nafas bagian atas kita sehari-hari, sehingga hampir tidak mungkin kita menjamin udara yang kita hirup atau makanan minuman yang ada adalah steril sama sekali. Sehingga mata rantai yang diputus adalah seluruh potensi infeksi berulang dan terus-menerus tersebut dan hal ini didasarkan pada konsep pencegahan infeksi secara umum. Agar lebih aplikatif akan kami sampaikan tips pencegahan infeksi amadel sebagai berikut:

·         Selalu jaga kondisi badan dengan pola makan sehat, konsumsi multivitamin, istirahat yang cukup serta olahraga teratur dan tidak merokok.

·         Menjaga kebersihan mulut seperti sikat gigi teratur 2 kali sehari (pagi dan sebelum tidur) atau waspada terhadap gigi berlubang atau sisa gigi yang hitam.

·         Menghindari risiko penularan infeksi saluran nafas atas (tertular atau menularkan) dari atau ke orang-orang sekitar kita. Contoh orang tua yang sedang sakit batuk pilek tidak kontak intensif dengan bayi atau anak kecil bahkan orang dewasa sekalipun, begitupula antara anak-anak sepermainan, alat makan minum terpisah, menutup saat batuk atau bersin, tidak membuang ludah sembarangan.

·         Mengurangi atau menghindari makanan atau minuman yang bersifat iritatif terhadap saluran makan atau nafas atas. Secara empiris makanan yang berminyak, tinggi kandungan bumbu rasa penyedap atau pengawet, terlalu manis, dingin berpotensi iritasi.

·         Banyak minum air putih jika mengkonsumsi makanan minuman seperti di atas.

·         Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan (tenaga kesehatan 5 waktu cuci tangan).

·         Mengurangi konsumsi jajanan bagi anak dan dewasa dengan menyediakan makanan bekal sehat atau kantin dengan menu sehat dan bersih.

·         Bagi anak-anak yang ingin jajan, orang tua harap mengganti jenis makanan minuman yang disebut diatas dengan jenis lain yang relative lebih aman dan sehat. Atau kebiasaan jajan makanan minuman diganti dengan membeli benda-benda lain yang lebih bermanfaat (mainan mendidik, alat tulis dan gambar, buku).

·         Membiasakan makan teratur di rumah disertai inovasi para ibu dalam memilih makanan sehat serta menyajikannya dengan menarik untuk keluarga terutama anak-anak.

·         Berilah pujian dan hadiah bagi anak-anak, cucu, adik atau keponakan kita yang mengikuti nasehat kita dalam menghindari jajanan tidak sehat atau tidak merokok bagi orang dewasa.

Demikian semoga bermanfaat, maaf jika ada kesalahan, mencegah lebih baik daripada mengobati.

 

(dari berbagai sumber).