Arikel Kesehatan

Puasa dalam fungsi Ibadah dan Kesehatan

Unit Kedokteran Islam Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Purwokerto

            Puasa merupakan sarana ibadah bagi manusia, begitu berharganya puasa sampai Allah SWT menjanjikan puasa itu itu langsung hisabnya adalah urusan Nya. Perintah puasa Ramadhan sendiri sudah diatur dan tertulis untuk dijalankan dalam Al-Qur’an:

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

 

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)

            Beratnya puasa dari terbit fajar sampai tenggelamnya matahari tidak saja melatih fisik tetapi juga emosi. Hal tersebut menjadikan manfaat puasa sebagai  anti aging atau anti penuaan. Ketika berpuasa terdapat proses adaptasi yang luar biasa di dalam membantu metabolism di dalam tubuh.

            Teori anti aging dikenal teori Glikosilasi Monnier, yang menjelaskan bahwasannya pada kondisi kadar glukosa darah menurun atau rendah menyebabkan penumpukan hasil glikolisasi akan melambat dan inilah yang akan memperpanjang usia. Inilah manfaatnya bagi mereka penderita Diabetes Millitus yang kadar gula darahnya tidak terkontrol. Sehingga dengan berpuasa membuat kadar gula darah yang tadinya berlebihan berangsur turun. Dengan syarat tetap makan sahur dan berbuka sesuai gizi yang dibutuhkan.

 

 Padakeadaan puasa kadar glukosa adarah akan turun, sehingga memacu terbentuknya glukagon. Proses selanjutnya  adalah adanya peningkatan produksi glukosa untuk meningkatkan kadar glukosa darah dengan glikogenolisis, lipolisis dan glukoneogenesis. Dengan menahan lapar maka akan terjadi proses adaptasi tubuh, sehingga keseimbangan energy akan terbentuk dibantu oleh enzim dan hormone lainnya yang bekerja secara sinergis.Penelitian yang dilakukan oleh Ortiz et al pada tahun 2003  membuktikan  pada saat puasa terjadi  peningkatankortisol, grhelin, glukagon dan Growth Hormon yang menjadi mediator responmetabolisme.

            Durasi waktu berpuasa sekitar 12 jam sesuai dengan teori fisiologui dimana sekitar 10 sampai dengan 12 jam, tubuh akan cukup cadangan glikogennya, dan setelahnya akan habis untuk perombakan lemak atau lipolisis menjadi gliserol atau asam lemak dan akan diubah menjadi asetil KoA sebagai bahan untuk proses oksidasi seluler.

                Puasa juga akan membuat radikal bebas yang banyak memproduksi senyawa reaktif yang merusak sel. Ketika berpuasa maka akan terjadi pembatasan kalori, kondisi pembatasan kalori ini bermanfaat untuk terjadinya kerusakan sel. Sehingga puasa bermanfaat bagi mereka yang mempunyai tingkat radikal bebas yang tinggi seperti pada penderita Dislipidemia, atau hpenyakit cardiovaskuler seperti penyakit jantung dan stroke, hal lain dari kondisi tersebut juga dapat mencegah timbulnya penyakit Alzaimer.

            Sesungguhnya Allah tidak akan menjerumuskan hambaNya dalam kebinasaan jika menaati aturanNya. Dengan berpuasa kita dapat sehat dan terhindar dari penyakit berbahaya meski usia tidak lagi muda. Karena usia tua bukan cerminan sel menjadi lebih tua, tetapi sel dan tubuh menjadi sehat sehingga harapan hidup, kesehatan dan kesejahteraan di usia tua tetap tercapai dengan menjalankan puasa Ramadhan. Selamat menjalankan Ibadah Puasa.