Arikel Kesehatan

MENGENAL NYERI

 Kita semua sekali waktu pernah mengalami rasa nyeri, keluhan yang paling sering dirasakan. Istilah nyeri mencakup berbagai macam perasaan tidak nyaman yang menyertai kerusakan jaringan, atau potensi kerusakan jaringan oleh berbagai sebab.

 Rasa nyeri dapat digambarkan sebagai nyeri tumpul, nyeri tajam, nyeri kolik, dengan variasinya, dengan derajat dan sifat yang bermacam – macam pula.

Sifat yang berbeda pada rasa nyeri mempunyai makna diagnostik suatu penyakit yang sangat penting.

 

LOKASI, PENYEBARAN DAN SIFAT NYERI

 

Nyeri somatik biasanya terlokalisasi dengan baik pada daerah yang sakit, tapi nyeri alih dari jaringan tubuh yang lebih dalam dapat menyesatkan dalam penentuan sumber asal penyakitnya.  Hal ini sering terjadi pada kasus yang timbul dan dirasakan di daerah tulang belakang.

Nyeri yang berasal dari organ dalam biasanya  bersifat tumpul, merata tidak terlokalisasi secara jelas, nyeri tersebut dapat pula menyebar ke struktur lain.

Sebagai contoh nyeri akibat batu ginjal dapat menyebar dari pinggang ke lipat paha. Sementara nyeri akibat kerusakan otot jantung dapat dialihkan ke lengan, rahang atau punggung.

Istilah yang dipakai oleh seseorang untuk menjelaskan rasa nyerinya mencerminkan sifat nyeri itu sendiri dan juga dapat menggambarkan temperamen orang tersebut.

Lamanya suatu serangan nyeri pada saat pertama kali muncul penting untuk diperhatikan, karena akan membantu dalam penanganannya.

Nyeri akut biasanya berlangsung dalam waktu relatif singkat tetapi sebelumnya mungkin sudah terjadi beberapa kali serangan nyeri yang sama.

Frekuensi serangan nyeri lama dan intensitasnya juga perlu diperhatikan, contohnya yang sering berulang nyeri gangguan syaraf daerah muka, migrain, nyeri dada berkaitan dengan jantung, kolik batu empedu dan ginjal.

Nyeri kronis terjadi selama beberapa minggu atau bulan, biasanya dapat diredakan dengan obat anti nyeri ringan. Nyeri tersebut biasanya menetap.

 

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NYERI

 

 

Faktor yang mempengaruhi suatu nyeri antara lain: faktor kejiwaan, faktor hormonal, pengaruh makanan, proses pengosongan usus atau kandung kemih, batuk, pernafasan, sikap, aktifitas dan gerakan tubuh.

Efek obat apapun, khususnya obat anti nyeri perlu diperhatikan.

 

GEJALA YANG MENYERTAI NYERI

 

Gejala yang menyertai nyeri perlu diperhatikan, gejala penyerta dapat membantu mendeteksi penyebab yang mendasari terjadinya nyeri yang diderita. Dan diharapkan dapat ditangani dengan baik.

 

PENGELOLAAN NYERI

 

Prinsip umum pengelolaan nyeri terutama nyeri akut:

  1. Mengobati penyebabnya.

-          Mengendalikan faktor infeksi, jika terdapat infeksi

-          Membidai anggota gerak pada kasus patah tulang

-          Diberikan obat spesifik

  1. Mengurangi kecemasan dan ketakutan
  2. Tahap awal digunakan obat anti nyeri sederhana non narkotik dan tambahan obat-obat anti peradangan
  3. Pada tahap selanjutnya dipertimbangkan obat anti nyeri narkotik, dimana obat anti nyeri sederhana tidak efektif

Jenis obat anti nyeri beragam jenisnya,  pun demikian teknik pemberian obatnya bervariasi caranya. Tentu dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing.

 

PENANGGULANGAN NYERI DENGAN METODE NON OBAT

 

Penanggulangan nyeri selain dengan obat-obatan, dapat pula digunakan cara dan metode non farmakologik berupa metode dan teknik yang dapat digunakan untuk melengkapi upaya tatalaksana farmakologik. Antara lain:

 

  1. Fisioterapi
  2. Stimulasi Listrik
  3. Akupuntur
  4. Hipnotis

 

Dengan pendekatan beberapa aspek: gejala, keluhan, tanda – tanda yang dapat temukan disertai hasil penunjang yang diperlukan diharapkan dapat dideteksi penyakit yang mendasari keluhan suatu nyeri.

Dengan upaya – upaya multi modal diharapkan dapat mengatasi seoptimal mungkin keluhan nyeri.

Tidak lupa sebagai insan beriman do’a demi kesembuhan penyakit perlu mengiringi usaha. Demikian, semoga bermanfaat.