Banyumas — Memasuki hari kedua, rangkaian Workshop Komprehensif Kedokteran Islam At-Thibbun Nabawi yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Purwokerto (FK UMP) pada Ahad (19/4/2026) menghadirkan beragam topik aplikatif yang memperkuat kompetensi mahasiswa, baik dari aspek keislaman maupun praktik medis integratif.
Kegiatan hari kedua ini diisi dengan empat sesi workshop utama. Sesi pertama adalah Workshop Penulisan dan Praktik Khutbah Jum’at serta Kultum yang disampaikan oleh Ust. Muntohar, M.Pd.I. Dalam sesi ini, mahasiswa dibekali kemampuan menyusun materi dakwah yang sistematis, komunikatif, serta relevan dengan konteks kesehatan dan kehidupan sehari-hari, dilanjutkan dengan praktik langsung penyampaian khutbah dan kultum.
Selanjutnya, sesi kedua mengangkat tema Komunikasi Informatif Edukatif Keislaman kepada Pasien yang dipandu oleh dr. Titik Kusumawinakhyu, M.Biomed. Materi ini menekankan pentingnya peran dokter dalam menyampaikan edukasi kesehatan yang selaras dengan nilai-nilai Islam, sehingga tercipta pendekatan pelayanan yang lebih humanis dan holistik.
Pada sesi ketiga, mahasiswa mendapatkan pembekalan terkait Bekam Medis yang disampaikan oleh dr. Hendra Sutisna, Sp.KKLP., M.Biomed dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Tidak hanya teori, peserta juga diperkenalkan pada prinsip-prinsip dasar dan indikasi bekam dalam praktik medis modern yang terintegrasi dengan pendekatan sunnah.
Sesi terakhir ditutup dengan Workshop Rukyah Mandiri yang disertai praktik oleh Ust. Fajar Sidiq, M.Pd. Dalam kegiatan ini, mahasiswa diajarkan tata cara rukyah sesuai syariat Islam sebagai salah satu bentuk ikhtiar spiritual dalam menjaga kesehatan mental dan spiritual.
Antusiasme peserta terlihat konsisten sejak hari pertama hingga penutupan kegiatan. Workshop ini menjadi wadah pembelajaran yang komprehensif, mengintegrasikan ilmu kedokteran modern dengan nilai-nilai Islam dalam kerangka At-Thibbun Nabawi.
Melalui rangkaian kegiatan selama dua hari ini, FK UMP terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan dokter yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi spiritual dan kemampuan komunikasi yang baik dalam memberikan pelayanan kesehatan berbasis nilai-nilai Islam.MJD