- Details
- Written by: admin
- Category: Berita
- Hits: 16
- Details
- Written by: admin
- Category: Berita
- Hits: 44
Purwokerto – Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Purwokerto kembali menghadirkan kuliah pakar yang inspiratif dan aplikatif bagi mahasiswa. Kegiatan yang berlangsung pada 25 April 2026 ini mengangkat topik “Systemic Lupus Erythematosus: Case-Based Learning”, menghadirkan narasumber berpengalaman di bidang penyakit dalam.
Kuliah pakar ini menghadirkan dr. Joko Rilo Pambudi, Sp.PD., K-R., FINASIM, yang dikenal sebagai praktisi dan expert dalam penanganan kasus reumatologi. Dalam pemaparannya, beliau membagikan berbagai pengalaman klinis nyata yang pernah ditangani, baik di RS Imanuel Banjarnegara maupun di Klinik Brayan Sehat.
Pendekatan *case-based learning* yang digunakan membuat suasana kuliah menjadi interaktif dan mendalam. Mahasiswa tidak hanya memahami teori tentang Systemic Lupus Erythematosus (SLE), tetapi juga diajak menganalisis langsung kasus-kasus pasien, mulai dari penegakan diagnosis hingga penatalaksanaan. Hal ini memberikan gambaran nyata tentang kompleksitas penyakit autoimun tersebut dalam praktik klinis sehari-hari.
Antusiasme mahasiswa terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Diskusi aktif dan pertanyaan kritis dari peserta menunjukkan ketertarikan besar terhadap topik klinis yang dibawakan. Banyak mahasiswa mengaku mendapatkan wawasan baru, terutama dalam memahami pendekatan klinis berbasis kasus yang jarang didapatkan di perkuliahan reguler.
Sementara itu, Penanggung Jawab Blok Hematoimunologi, Dr. dr. Dewi Karita, M.Sc, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mendekatkan mahasiswa dengan dunia klinis. Ia juga mengungkapkan rencana untuk kembali menghadirkan kuliah pakar dengan tema-tema klinis lain yang diminati mahasiswa.
“Melihat antusiasme yang luar biasa dari mahasiswa, kami berkomitmen untuk menghadirkan lebih banyak kuliah pakar dengan pendekatan klinis berbasis kasus agar mahasiswa semakin siap menghadapi dunia praktik,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Kedokteran UMP terus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan dunia medis saat ini. MJD
- Details
- Written by: admin
- Category: Berita
- Hits: 41
Bandung, 24 April 2026 — Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Institut Teknologi Kesehatan (ITEKES) Rajawali Bandung melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada Sabtu (24/4). Kerja sama ini difokuskan pada pembinaan pendirian Fakultas Kedokteran baru di lingkungan ITEKES Rajawali Bandung.
Penandatanganan MoU ini menjadi langkah awal yang penting dalam upaya pengembangan pendidikan kedokteran di Indonesia, khususnya dalam menjawab kebutuhan tenaga medis yang semakin meningkat dan kompleks. Kedua institusi berkomitmen untuk bersinergi dalam meningkatkan kualitas akademik, tata kelola pendidikan, serta kesiapan institusi dalam membuka program studi kedokteran yang unggul dan berdaya saing.
Sebagai tindak lanjut dari kerja sama tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan Workshop Kurikulum Kedokteran dan Implementasinya yang dipandu langsung oleh tim dari Fakultas Kedokteran UMP. Workshop ini bertujuan memberikan gambaran komprehensif terkait penyusunan kurikulum berbasis kompetensi serta implementasinya dalam sistem pendidikan kedokteran modern.
Hadir sebagai narasumber dalam workshop tersebut, yaitu:
* Assoc. Prof. Dr. dr. M. Mansyur Romi, SU., PA(K) selaku Dekan Fakultas Kedokteran UMP
* dr. Yunia Annisa, Sp.PD., M.Kes selaku Wakil Dekan I FK UMP
* dr. Muhammad Luthfi Almanfaluthi, Ph.D., MCTM sebagai Dosen Ilmu Parasitologi
* dr. Susiyadi, Sp.An. sebagai Dosen Ilmu Kegawatdaruratan
Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan pentingnya kurikulum yang adaptif, berbasis kompetensi, serta terintegrasi dengan kebutuhan layanan kesehatan masyarakat. Selain itu, dibahas pula strategi implementasi pembelajaran seperti Problem-Based Learning (PBL), Objective Structured Clinical Examination (OSCE), serta sistem evaluasi berbasis capaian pembelajaran.
Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh peserta dari ITEKES Rajawali Bandung, yang активно berdiskusi dan menggali berbagai aspek teknis maupun strategis dalam proses pendirian Fakultas Kedokteran.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan proses pendirian Fakultas Kedokteran di ITEKES Rajawali Bandung dapat berjalan optimal, terarah, dan sesuai dengan standar nasional pendidikan kedokteran. Lebih dari itu, kerja sama ini diharapkan mampu melahirkan lulusan tenaga medis yang profesional, kompeten, serta memiliki integritas tinggi dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.MJD
- Details
- Written by: admin
- Category: Berita
- Hits: 47
Banyumas — Antusiasme mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Purwokerto (FK UMP) semakin terasa pada sesi Workshop Bekam Medis dalam rangkaian hari kedua Workshop Komprehensif Kedokteran Islam At-Thibbun Nabawi, Ahad (19/4/2026).
Workshop ini menghadirkan narasumber dr. Hendra Sutisna, Sp.KKLP., M.Biomed dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara yang memberikan pemaparan sekaligus demonstrasi langsung terkait praktik bekam medis. Dalam sesi tersebut, beliau menekankan bahwa bekam tidak hanya dipahami sebagai terapi tradisional, tetapi juga dapat dilakukan dengan pendekatan medis yang memperhatikan aspek keamanan, kebersihan, dan indikasi klinis, tanpa meninggalkan nilai-nilai sunnah Nabi.
Para mahasiswa terlihat sangat antusias saat menyaksikan praktik langsung yang dilakukan oleh narasumber. Demonstrasi tersebut memberikan gambaran nyata mengenai prosedur bekam yang sesuai standar medis sekaligus bernilai spiritual.
Menariknya, suasana semakin hidup ketika pada akhir sesi mahasiswa diminta untuk mencoba praktik bekam medis secara langsung kepada teman seangkatannya dengan pendampingan. Momen ini sontak membuat suasana kelas menjadi heboh, dipenuhi rasa penasaran, semangat, sekaligus sedikit ketegangan dari para peserta yang baru pertama kali mencoba.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman praktis, tetapi juga memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai integrasi antara ilmu kedokteran modern dan terapi berbasis sunnah. Dengan pendekatan pembelajaran yang interaktif dan aplikatif, mahasiswa FK UMP diharapkan mampu mengembangkan kompetensi sebagai dokter yang tidak hanya terampil secara klinis, tetapi juga memiliki wawasan komprehensif dalam pengobatan integratif berbasis nilai-nilai Islam.MJD
- Details
- Written by: admin
- Category: Berita
- Hits: 44
Banyumas — Memasuki hari kedua, rangkaian Workshop Komprehensif Kedokteran Islam At-Thibbun Nabawi yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Purwokerto (FK UMP) pada Ahad (19/4/2026) menghadirkan beragam topik aplikatif yang memperkuat kompetensi mahasiswa, baik dari aspek keislaman maupun praktik medis integratif.
Kegiatan hari kedua ini diisi dengan empat sesi workshop utama. Sesi pertama adalah Workshop Penulisan dan Praktik Khutbah Jum’at serta Kultum yang disampaikan oleh Ust. Muntohar, M.Pd.I. Dalam sesi ini, mahasiswa dibekali kemampuan menyusun materi dakwah yang sistematis, komunikatif, serta relevan dengan konteks kesehatan dan kehidupan sehari-hari, dilanjutkan dengan praktik langsung penyampaian khutbah dan kultum.
Selanjutnya, sesi kedua mengangkat tema Komunikasi Informatif Edukatif Keislaman kepada Pasien yang dipandu oleh dr. Titik Kusumawinakhyu, M.Biomed. Materi ini menekankan pentingnya peran dokter dalam menyampaikan edukasi kesehatan yang selaras dengan nilai-nilai Islam, sehingga tercipta pendekatan pelayanan yang lebih humanis dan holistik.
Pada sesi ketiga, mahasiswa mendapatkan pembekalan terkait Bekam Medis yang disampaikan oleh dr. Hendra Sutisna, Sp.KKLP., M.Biomed dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Tidak hanya teori, peserta juga diperkenalkan pada prinsip-prinsip dasar dan indikasi bekam dalam praktik medis modern yang terintegrasi dengan pendekatan sunnah.
Sesi terakhir ditutup dengan Workshop Rukyah Mandiri yang disertai praktik oleh Ust. Fajar Sidiq, M.Pd. Dalam kegiatan ini, mahasiswa diajarkan tata cara rukyah sesuai syariat Islam sebagai salah satu bentuk ikhtiar spiritual dalam menjaga kesehatan mental dan spiritual.
Antusiasme peserta terlihat konsisten sejak hari pertama hingga penutupan kegiatan. Workshop ini menjadi wadah pembelajaran yang komprehensif, mengintegrasikan ilmu kedokteran modern dengan nilai-nilai Islam dalam kerangka At-Thibbun Nabawi.
Melalui rangkaian kegiatan selama dua hari ini, FK UMP terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan dokter yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi spiritual dan kemampuan komunikasi yang baik dalam memberikan pelayanan kesehatan berbasis nilai-nilai Islam.MJD
- Mahasiswa FK UMP Praktik Langsung Pembuatan Jamu Saintifikasi di Laboratorium Herbal
- Seminar Komprehensif Herbal Perkuat Wawasan Mahasiswa FK UMP
- Mahasiswa FK UMP Lakukan Kunjungan Edukatif ke Kebun Kedokteran Herbal di Karangsari
- Silaturahmi FK UMP dan RS PKU Muhammadiyah Gombong Perkuat Kolaborasi Pendidikan Kedokteran