Purwokerto, 5 Maret 2024 – Suasana meriah menyelimuti pembukaan International Herbal Medicine Conference yang digelar dengan penuh semangat di Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Acara dibuka secara khas dengan penggunaan kentongan dari Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Purwokerto, menyemarakkan suasana sejak awal, dan disambut dengan penuh antusiasme oleh para peserta, termasuk Prof. Hiroko Sato dari Jepang dan Prof. Gerard Bodeker dari Australia.
Kentongan, sebuah instrumen tradisional Jawa Tengah, dipukul dengan penuh semangat oleh anak-anak Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Purwokerto, memberikan sentuhan budaya lokal yang khas Banyumas. Melalui kemeriahan kentongan, peserta konferensi disuguhkan dengan pengalaman budaya yang otentik, menciptakan suasana yang hangat dan akrab.
Prof. Hiroko Sato dari Jepang dan Prof. Gerard Bodeker dari Australia, sebagai dua pembicara utama konferensi, terlihat terkesan dengan kesenian asli Banyumas ini. Kesenian lokal yang disuguhkan tidak hanya menjadi hiburan semata tetapi juga menjadi simbol kekayaan budaya yang menjadi bagian tak terpisahkan dari atmosfer konferensi ini.
Dalam sambutannya, Prof. Hiroko Sato mengungkapkan apresiasinya terhadap upacara pembukaan yang unik ini. "Ini adalah pengalaman yang luar biasa. Saya sangat senang bisa merasakan kehangatan dan keindahan budaya lokal di sini," katanya.
Prof. Gerard Bodeker juga menambahkan, "Pembukaan acara ini memberikan sentuhan istimewa dan memperkaya pengalaman kita semua. Budaya lokal menjadi landasan penting untuk memahami dan menghargai pengobatan herbal secara holistik."
Pembukaan yang memukau ini menciptakan momentum positif yang menandai awal yang luar biasa untuk International Herbal Medicine Conference. Seiring berjalannya acara, diharapkan semangat dan antusiasme dari pembukaan ini dapat terus menginspirasi para peserta untuk terlibat aktif dalam diskusi dan pertukaran pengetahuan seputar herbal medicine.