Purwokerto, 6 Maret 2024 – Semangat pengabdian masyarakat dan inovasi dalam pengobatan herbal mencuat saat dr. Susiyadi, Sp.An, memberikan demonstrasi pembuatan jamu anti hipertensi di hadapan Masyarakat Komunitas Pusat Studi Dakwah Komunitas Kampung Sri Rahayu serta dihadiri oleh para ilmuwan terkemuka, Prof. Hiroko Sato dari Jepang, Prof. Gerard Bodeker dari Australia, dan dr. Inggrid Tania dari Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI). Demonstrasi ini menjadi salah satu rangkaian acara yang menarik dalam International Herbal Medicine Conference.
Dengan penuh dedikasi, dr. Susiyadi memperlihatkan langkah-langkah dalam pembuatan jamu anti hipertensi secara langsung kepada masyarakat komunitas. Ia menjelaskan secara rinci tentang bahan-bahan yang digunakan, proses pembuatan, dan manfaat dari jamu tersebut dalam menangani masalah hipertensi.
Para peserta, termasuk Prof. Hiroko Sato, Prof. Gerard Bodeker, dan dr. Inggrid Tania, terlihat sangat tertarik dan terkesan dengan demonstrasi yang disajikan oleh dr. Susiyadi. Mereka mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang relevan dan menyambut inisiatif tersebut sebagai langkah positif dalam memperkenalkan pengobatan herbal kepada masyarakat.
"Ini adalah contoh nyata bagaimana prinsip pengobatan herbal dapat diintegrasikan dalam praktik medis sehari-hari," kata Prof. Hiroko Sato, menambahkan, "Pengabdian masyarakat seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran akan manfaat jamu tradisional dalam menjaga kesehatan."
Dr. Inggrid Tania juga mengungkapkan apresiasinya terhadap upaya dr. Susiyadi dalam membawa manfaat jamu anti hipertensi kepada masyarakat. "Langkah ini tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, tetapi juga mendukung keberlanjutan pengobatan herbal di Indonesia," ujarnya.
Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dr. Susiyadi dalam International Herbal Medicine Conference menjadi inspirasi bagi para peserta untuk terlibat aktif dalam menyebarkan pengetahuan dan praktik pengobatan herbal dalam masyarakat luas. Keberhasilan demonstrasi ini semakin memperkuat tekad untuk terus mengembangkan pengobatan herbal sebagai alternatif yang efektif dalam menjaga kesehatan.